Tentang Kami

Selamat datang di situs anakkantoran.com! Nama saya Diki dan saya berdomisili di Jakarta. Saya sudah berinvestasi di bidang properti selama lebih dari 15 tahun.

Cerita saya mulai berinvestasi di bidang jual beli rumah berawal di tahun 1995 ketika saya membeli sebuah properti dan saya segera sadar kalau sebenarnya saya tidak mau untuk tingggal disana. Saya rasa banyak investor di bidang properti juga memulai seperti saya. Saya menyewakan properti itu saat suku bunga melonjak dan nilai properti jatuh, sehingga meninggalkan saya dalam ekuitas negatif. Saya sempat bingung dan ingin menjual properti itu, tapi nyatanya saya masih memiliki properti itu sekarang!

Saya berpikir kalau seandainya saja saya menunggu beberapa tahun, saya pikir, saya bisa membeli properti yang sama seharga 40% lebih murah daripada yang saya bayar waktu itu. Kemudian saya sadar, properti akan naik lagi nilainya pada suatu waktu atau titik, itulah salah satu alasan mengapa saya tidak ingin menjual properti yang saya punya. Saya harap saya bisa membeli properti lagi pada saat itu tapi saya tidak punya uang jadi hanya ada satu pilihan; menabung untuk DP!

Saya harus bekerja kerjas dan menabung sebagian gaji bulanan saya sehingga saya bisa membeli properti lain sebelum mereka mulai naik lagi nilainya. Saya ingat melihat saldo bank saya semakin banyak tiap bulannya, target saya adalah menghemat 20 juta waktu itu. Rasanya seperti berat sekali waktu itu, saya harus merelakan beberapa prioritas untuk menabung cukup uang untuk DP rumah. Meski begitu, saya mendedikasikan satu jam setiap hari sabtu pagi untuk merefleksikan tujuan dan kemajuan saya. Pada bulan Maret 1999 saya telah mempunyai 20 juta di akun saya.

Setelah menabung semua uang itu, saya dapat mengatakan bahwa masih perlu keberanian untuk benar-benar memutuskan untuk menginvestasikannya ke dalam sebuah properti, terlepas dari kenyataan itulah yang telah saya rencanakan selama beberapa tahun. Ingat, dulu nilai kenaikan properti belum sebesar kenaikan tahun-tahun sekarang. Saya hanya memiliki firasat bahwa pada saat itu mereka akan naik nilainya, saya tidak tahu kapan. Saya hanya berpikir kemungkinan besar hal ini akan terjadi.

Kekhawatiran terbesar saya adalah kalau dalam jangka pendek, suku bunga bisa kembali naik dan nilai properti bisa turun lebih jauh lagi. Tidak mungkin saya bisa membayar dua cicilan besar jika semuanya berjalan tidak seperti yang saya rencanakan. Bukan hanya suku bunga yang juga membuat saya khawatir, bagaimana kalau saya tidak bisa menyewakan properti itu, bagaimana jika penyewa saya tidak membayar tepat waktu, bagaimana kalau saya mendapat tagihan perawatan atau renovasi yang tidak terduga? Saya menyadari bahwa saya tidak dapat mengambil risiko menginvestasikan 100% tabungan saya, saya perlu menyisihkan uang untuk hal-hal yang tak terduga, tapi berapa besarnya?

Properti termurah saat itu adalah sekitar 70 juta di daerah saya. Mereka berada di lokasi yang cukup jauh dari pusat kota. Saya menyadari bahwa saya sebenarnya tidak mampu membeli rumah yang baru atau modern dan biaya renovasi rumah lama akan lumayan besar. Oleh karena itu, kos-kosan adalah target saya. Saya menginvestasikan 80% tabungan saya untuk DP properti itu dan setelah 2 bulan, saya menemukan orang yang mau menyewa properti saya. Beruntungnya lagi, mereka selalu membayar tepat waktu.

Saya membuat situs ini untuk berbagi berbagai informasi dan tips di bidang jual beli rumah untuk para pembaca sekalian. Saya berharap kalau artikel-artikel saya akan berguna bagi orang banyak dan memotivasi para pembaca untuk berinvestasi di bidang properti. Akhir kata, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak karena telah berkunjung ke situs ini!